Setelah 40 hari tidak menikmati peradaban kota maka tibalah saatnya kembali. Hal pertama yang ingin dilakukan adalah ke toko buku. Sebenarnya senang sih diajak maen ke toko buku karena bisa cari-cari buku baru. Pastinya yang dicari oleh si bos ya komik-komik, trus buku-buku kartunnya Mice, trus kalo ada yang menarik lagi ya ditambah novel beberapa judul. Kalau aku ke toko buku, hal yang pertama aku lakukan adalah pergi ke rak buku-buku mengenai kewanitaan : memasak, membuat bunga, menyulam..yah sebangsa pekerjaan wanita tulen tapi ya bukunya tidak aku beli karena percuma kata suamiku (yang pinter memasak orang, yang beli buku aku hehe). Beranjak dari rak kewanitaan aku ya bolak-balik mengitari toko buku sampai ada sesuatu yang menarik untuk kubaca. Akhirnya aku menemukan rak yang agak menarik,buku arsitektur dan seni menata rumah. Membuka lembar per lembar dan melihat gambar-gambar adalah kesenanganku. Aku mulai membuka buku, terlihat bermacam gambar-gambar rumah yang bagus (sambil berharap semoga bisa kebeli :p)...akhirnya kembali kandas karena bos besar sudah beres mencari buku-bukunya. Kalimat "SUDAH?" merupakan kalimat pamungkas yang artinya "hayo pulang, kalau mau beli ya tinggal ambil, kalau ga niat beli ya nggak usah lama-lama (begitu kira-kira makna yang bisa aku terjemahkan hahaha). Soalnya sudah kebiasaanku kalau ke toko buku senangnya lama-lama dan akhirnya ragu untuk membeli karena kuanggap apa yang aku mau sudah ada di internet hehe (just for fun aja lihat-lihat gambarnya). Itu menyebalkan menurutnya dan bagiku tidak :D
Selesai.
Besoknya aku diajak kembali mengunjungi peradaban dengan menonton bioskop (jaman banget bahasanya bok....Benyamin S kale..:p). Nah, kalau ini sih mau banget apalagi diajak jalan ke BSM yang tau sendiri kan tempatnya gimana. Tempat cuci mata paling ampuh buat yang sakit mata hahaha, atau malah jadi tambah sakit mungkin karena hasrat tak sampai (kan barangnya mahal-mahal ya? :p). Sore pulang jualan aku dan si bos berangkat ke BSM (Bandung Super Mall), masuk ke parkiran motor sudah agak penuh, lumayan lah untuk cuaca hujan rintik begini. Masuk pintu BSM, barang bawaan kami (tas dan untelan jualan disita) di cek oleh penjaga keamanan. Teeettt....lewat, begitulah dari jaman ke jaman lakon scanning barang bawaan di mall. Barangnya diambil oleh penjaga, digeser ke samping tanpa diraba atau dibuka dan akhirnya bye....kembali ke pemiliknya. "kalau cuma begitu ngapain diambil ya", kata si bos. Aku mengangguk-angguk tanda setuju. Nah, mataku selalu mampir ke arah kiri tempat menjual tas dan sepatu import dari Italia...Salvatore Ferragano namanya. Beberapa bulan yang lalu kami pernah secara sengaja masuk ke dalam tokonya karena aku bilang ke si bos kalo sepatunya bagus banget yang dipajang, warnanya merah, kulitnya mengkilap tanda bukan sembarang sepatu, elegan banget dalam pandanganku. "Mau?kalau mau beli lah", kata si bos. Wah, bagaikan kejatuhan durian Raja Galuh rasanya :D. "Lihat dulu aja lah", kataku. Pertama masuk, pelayannya sudah underestimated dengan kami. "mas lihat-lihat boleh ya, siapa tau bias beli", kataku. Pelayannya memakai dasi, celana kain, sepatu pantopel (bener ga ya tulisannya hehe), dandanan kami : Aku memakai selop butut merk buaya palsu, suamiku pakai selop jepang (jepit maksudnya tapi kalau di aceh ya semua sandal jepit mau merknya swallow,selow, slowmotion kek tetap dipanggil selop jepang) hahahaha...it's cool man!. Kupegang, kuangkat dan kuraba-raba sepatu berpita manis warna merah itu, senang sepertinya kalau dipakai ya, seringan bulu rasanya. Akhirnya segera kubalikkan (belakang tapak sepatu) dan omaaakkkk (kata orang Medan), bukan 500rb, kalau itu sih udah biasa aku lihat di beberapa merk sepatu tapi kalau yang ini sumpah aku kaget eh tepatnya kami kaget hahaha. Harga yang tertera Rp.5000.000,- dan aku sambil berulangkali mengucek mata memastikan ga kelebihan nol nya :D. Pelayannya acuh tak acuh ketika ditanya dan akhirnya dia dengan segera meninggalkan kami menuju gerombolan pelayan lainnya. Dengan segera kami meninggalkan toko itu diikuti ocehan si bos "sepatu apaan harga lima juta, gimana pakenya????". "Pakenya ya ga nginjak tanah lah bang, naek mobil turun mobil, rumah ke rumah, mall ke mall,gedung ke gedung, atau kamar ke kamar", sahutku. Padahal masih banyak ya tetangga kita yang sehari-hari makannya dibawah 5rb, ini 5jt, yang beli siapa ya kira-kira? Yang pastinya bukan aku!. Kembali ke acara nonton bioskop, akhirnya sampailah ke lantai 4 bioskop BSM, lihat-lihat pilm, nunjukin ke judul The Raid ternyata sudah penuh, tinggal beberapa bangku agak ke depan. Tentu saja tidak, karena selain pilm Harry Potter aku tidak sudi duduk di depan karena sudah kejadian, pulangnya kepalaku migren, susah digerakkan normal karena 3 jam mendongak, mata berkunang-kunang kecuali lihat duit :p. Akhirnya jatuh pilihan ke "Woman in black", pemainnya Daniel Racdlife (au ah tulisannya ga apal euy). Dapat tempat yang bagus (2 baris paling atas, tengah-tengah) senangnya hati. "Ini pilm tentang detektif kayaknya", aku mengoceh. "Udah baca sinopsisnya ya neng, ada Will smith nya ga?". "Hah...ada ga ya, ga tau aku ga hapal pemainnya",kataku. "Kalau will Smith kan cuma ada di Man in black". Aaarrhhh.....please deh :D. Awal-awal pilm sih sudah agak menyeramkan, sound dan tata busananya mendukung kalau ini pilm serem. Setengah jam kemudian mulailah terdengar jeritan-jeritan penonton yang aku timpali dengan ngakak karena lucu melihat mereka terkaget-kaget. Si bos sama aja kelakuannya denganku, nah pada babak-babak akhir nih semakin sering munculnya wajah seram hantunya secara tiba-tiba, kaget juga sih pada beberapa sesion. Si bos kulihat tenang seperti menikmati pilmnya. Kuperhatikan lagi lebih detil dan OMG....dia terlihat sesekali memejamkan mata. Tidaaaaakkkkk......aku paling tidak suka diajak nonton pilm horor tapi aku cuma menikmati kengerian sendiri. Namanya juga nonton bareng ya harusnya begitu. Yang paling menjengkelkan pas bagian hantunya muncul mendadak, eh ternyata beliau sudah pasang ancang-ancang memejamkan mata. Benar saja, akhirnya aku ditanyain yang tadi muncul apaan?. Geraaaammm rasanya sampai kedua tangannya kupegangi, matanya kupaksa buka. Tentu saja aku tidak bisa mengatakan "SUDAH?" seperti dia mengatakannya di toko buku (mana mungkin ngajak pulang di tengah-tengah pilm akan berakhir, bego banget namanya). Rasanya sih mungkin lebih kurang sama dengan rasa si bos kalau melihat aku berlama-lama di toko buku tapi akhirnya ga beli buku. GEMASSSSS rasanya :D
Selesai.
Bandung, Maret 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar