Setelah 40 hari tidak menikmati peradaban kota maka tibalah saatnya kembali. Hal pertama yang ingin dilakukan adalah ke toko buku. Sebenarnya senang sih diajak maen ke toko buku karena bisa cari-cari buku baru. Pastinya yang dicari oleh si bos ya komik-komik, trus buku-buku kartunnya Mice, trus kalo ada yang menarik lagi ya ditambah novel beberapa judul. Kalau aku ke toko buku, hal yang pertama aku lakukan adalah pergi ke rak buku-buku mengenai kewanitaan : memasak, membuat bunga, menyulam..yah sebangsa pekerjaan wanita tulen tapi ya bukunya tidak aku beli karena percuma kata suamiku (yang pinter memasak orang, yang beli buku aku hehe). Beranjak dari rak kewanitaan aku ya bolak-balik mengitari toko buku sampai ada sesuatu yang menarik untuk kubaca. Akhirnya aku menemukan rak yang agak menarik,buku arsitektur dan seni menata rumah. Membuka lembar per lembar dan melihat gambar-gambar adalah kesenanganku. Aku mulai membuka buku, terlihat bermacam gambar-gambar rumah yang bagus (sambil berharap semoga bisa kebeli :p)...akhirnya kembali kandas karena bos besar sudah beres mencari buku-bukunya. Kalimat "SUDAH?" merupakan kalimat pamungkas yang artinya "hayo pulang, kalau mau beli ya tinggal ambil, kalau ga niat beli ya nggak usah lama-lama (begitu kira-kira makna yang bisa aku terjemahkan hahaha). Soalnya sudah kebiasaanku kalau ke toko buku senangnya lama-lama dan akhirnya ragu untuk membeli karena kuanggap apa yang aku mau sudah ada di internet hehe (just for fun aja lihat-lihat gambarnya). Itu menyebalkan menurutnya dan bagiku tidak :D
Selesai.
Besoknya aku diajak kembali mengunjungi peradaban dengan menonton bioskop (jaman banget bahasanya bok....Benyamin S kale..:p). Nah, kalau ini sih mau banget apalagi diajak jalan ke BSM yang tau sendiri kan tempatnya gimana. Tempat cuci mata paling ampuh buat yang sakit mata hahaha, atau malah jadi tambah sakit mungkin karena hasrat tak sampai (kan barangnya mahal-mahal ya? :p). Sore pulang jualan aku dan si bos berangkat ke BSM (Bandung Super Mall), masuk ke parkiran motor sudah agak penuh, lumayan lah untuk cuaca hujan rintik begini. Masuk pintu BSM, barang bawaan kami (tas dan untelan jualan disita) di cek oleh penjaga keamanan. Teeettt....lewat, begitulah dari jaman ke jaman lakon scanning barang bawaan di mall. Barangnya diambil oleh penjaga, digeser ke samping tanpa diraba atau dibuka dan akhirnya bye....kembali ke pemiliknya. "kalau cuma begitu ngapain diambil ya", kata si bos. Aku mengangguk-angguk tanda setuju. Nah, mataku selalu mampir ke arah kiri tempat menjual tas dan sepatu import dari Italia...Salvatore Ferragano namanya. Beberapa bulan yang lalu kami pernah secara sengaja masuk ke dalam tokonya karena aku bilang ke si bos kalo sepatunya bagus banget yang dipajang, warnanya merah, kulitnya mengkilap tanda bukan sembarang sepatu, elegan banget dalam pandanganku. "Mau?kalau mau beli lah", kata si bos. Wah, bagaikan kejatuhan durian Raja Galuh rasanya :D. "Lihat dulu aja lah", kataku. Pertama masuk, pelayannya sudah underestimated dengan kami. "mas lihat-lihat boleh ya, siapa tau bias beli", kataku. Pelayannya memakai dasi, celana kain, sepatu pantopel (bener ga ya tulisannya hehe), dandanan kami : Aku memakai selop butut merk buaya palsu, suamiku pakai selop jepang (jepit maksudnya tapi kalau di aceh ya semua sandal jepit mau merknya swallow,selow, slowmotion kek tetap dipanggil selop jepang) hahahaha...it's cool man!. Kupegang, kuangkat dan kuraba-raba sepatu berpita manis warna merah itu, senang sepertinya kalau dipakai ya, seringan bulu rasanya. Akhirnya segera kubalikkan (belakang tapak sepatu) dan omaaakkkk (kata orang Medan), bukan 500rb, kalau itu sih udah biasa aku lihat di beberapa merk sepatu tapi kalau yang ini sumpah aku kaget eh tepatnya kami kaget hahaha. Harga yang tertera Rp.5000.000,- dan aku sambil berulangkali mengucek mata memastikan ga kelebihan nol nya :D. Pelayannya acuh tak acuh ketika ditanya dan akhirnya dia dengan segera meninggalkan kami menuju gerombolan pelayan lainnya. Dengan segera kami meninggalkan toko itu diikuti ocehan si bos "sepatu apaan harga lima juta, gimana pakenya????". "Pakenya ya ga nginjak tanah lah bang, naek mobil turun mobil, rumah ke rumah, mall ke mall,gedung ke gedung, atau kamar ke kamar", sahutku. Padahal masih banyak ya tetangga kita yang sehari-hari makannya dibawah 5rb, ini 5jt, yang beli siapa ya kira-kira? Yang pastinya bukan aku!. Kembali ke acara nonton bioskop, akhirnya sampailah ke lantai 4 bioskop BSM, lihat-lihat pilm, nunjukin ke judul The Raid ternyata sudah penuh, tinggal beberapa bangku agak ke depan. Tentu saja tidak, karena selain pilm Harry Potter aku tidak sudi duduk di depan karena sudah kejadian, pulangnya kepalaku migren, susah digerakkan normal karena 3 jam mendongak, mata berkunang-kunang kecuali lihat duit :p. Akhirnya jatuh pilihan ke "Woman in black", pemainnya Daniel Racdlife (au ah tulisannya ga apal euy). Dapat tempat yang bagus (2 baris paling atas, tengah-tengah) senangnya hati. "Ini pilm tentang detektif kayaknya", aku mengoceh. "Udah baca sinopsisnya ya neng, ada Will smith nya ga?". "Hah...ada ga ya, ga tau aku ga hapal pemainnya",kataku. "Kalau will Smith kan cuma ada di Man in black". Aaarrhhh.....please deh :D. Awal-awal pilm sih sudah agak menyeramkan, sound dan tata busananya mendukung kalau ini pilm serem. Setengah jam kemudian mulailah terdengar jeritan-jeritan penonton yang aku timpali dengan ngakak karena lucu melihat mereka terkaget-kaget. Si bos sama aja kelakuannya denganku, nah pada babak-babak akhir nih semakin sering munculnya wajah seram hantunya secara tiba-tiba, kaget juga sih pada beberapa sesion. Si bos kulihat tenang seperti menikmati pilmnya. Kuperhatikan lagi lebih detil dan OMG....dia terlihat sesekali memejamkan mata. Tidaaaaakkkkk......aku paling tidak suka diajak nonton pilm horor tapi aku cuma menikmati kengerian sendiri. Namanya juga nonton bareng ya harusnya begitu. Yang paling menjengkelkan pas bagian hantunya muncul mendadak, eh ternyata beliau sudah pasang ancang-ancang memejamkan mata. Benar saja, akhirnya aku ditanyain yang tadi muncul apaan?. Geraaaammm rasanya sampai kedua tangannya kupegangi, matanya kupaksa buka. Tentu saja aku tidak bisa mengatakan "SUDAH?" seperti dia mengatakannya di toko buku (mana mungkin ngajak pulang di tengah-tengah pilm akan berakhir, bego banget namanya). Rasanya sih mungkin lebih kurang sama dengan rasa si bos kalau melihat aku berlama-lama di toko buku tapi akhirnya ga beli buku. GEMASSSSS rasanya :D
Selesai.
Bandung, Maret 2012
Merah
Merah itu berani, seperti diriku
Cerita perempuan
Rabu, 04 April 2012
Rabu, 15 Juni 2011
Nonton Bioskop
Semalam diajakin nonton sama mantan, siapa takut???. Tapi film yang akan ditonton bukan film cinta ABG atau film hantu seperti kemarin, tapi film tentang perjuangan Indonesia. Yaaa....film “Merah Putih III”, film yang sudah kami tonton seri I dan II dan pasti seri III ini wajib ditonton. Kali ini kami memilih menonton setengah midnight, jadilah pukul 20.45 WIB. “Malam bu, mau nonton apa?”, tanya penjual tiketnya. “Merah Putih mbak, eh....bener ya bang judulnya?”, sahutku sambil sedikit bertanya dengan suamiku. “Iya, sama aja kok judulnya (tertulis Hati Merdeka)”, jawab suamiku. Terlihat cuma ada 5 tempat yang sudah terisi, 2 di pojok tengah paling atas dan 3 sederet di sebelah kiri paling atas. Kami memilih di baris kedua paling tengah, biar pas nontonnya. “Yuk....”, kataku sambil menarik tangan suamiku. Sesampai di dalam film baru mau dimulai, siaplah kita menonton.
Der...dor...tret...tet...tet....awal-awalnya saja sudah heboh tembakan, namanya juga film perang buk makanya yang nonton mesti semangat juga. No comment, no expression ketika kulirik suamiku. Ternyata dia sangat serius. Memang film yang bagus ditengah miskinnya rasa kebangsaan di negeri ini. Bahkan ketika aku menghadiri suatu acara resmi, ketika pembawa acaranya meminta hadirin untuk berdiri karena akan dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, eh yang berdiri Cuma aku saja. Apa karena aku duduk di luar dari ruang utama? Oh my God....semenit doank kok disuruh menghormati ya susah, padahal yang hadir juga bukan anak-anak tapi kok ya ga malu ya? Bukannya sok nasionalis, tapi ini sebuah bentuk penghargaan kan?. Sampai-sampai salah seorang kenalan mengatakan salut padaku karena aku berdiri waktu lagu Indonesia Raya dikumandangkan, nah loh...bukannya memang harus kita berdiri? Entahlah.....
Tak berapa lama film diputar, terdengarlah bunyi nyit...nyit....nyit....di pojok tengah atas tempat 2 orang duduk bersebelahan. Alahai, lagi serius begini malah dengar bunyi nyat...nyit....nyat....nyit. kulihat suamiku juga sebel, malas pun aku melirik kesana, ga penting banget. Suasana kembali normal, tidak sampai 20 menit suah bunyi nyat....nyet...nyot lagi. Halah.....biarin sajalah, anggap saja tidak mendengar.
Filmnya seru, agak lucu, itu menurutku. Pada seri II dahulu aku juga sempat tertawa karena anak mudanya diberondong senjata ga mati-mati. Wah kalau ini perang beneran pasti Indonesia tidak sampai 3,5 abad plus 3,5 tahun dijajah Belanda dan Jepang. Soalnya cepat sekali menangnya, sekali menjalankan misi pasti menang. Namanya juga film, so far so good. Nah, di seri III ini juga ada yang lucu, pas bagian Marius ditusuk pake bayonet pas ditengah dadanya.....dia masih hidup! Wah, mesti ada ilmu ini orang, hehehe. “Hebat ya bang...”, celetukku ke suami. “Hahaha, iya...”, jawabnya sambil tertawa. Marius dibawa ke gua, dan ga sampai 20 menit udah sembuh, bahkan ikut dalam menjalankan misi memburu Mr. Kreamer (kayaknya begitu namanya....:p). Marius bisa berkelahi man to man dengan kaki tangan Belanda yang orang Indonesia, kerenlah. Ada juga karakter Wayan yang kusuka, selain Lukman Sardi pastinya. Wayan diperankan oleh T.Rifky, orang Aceh yang berperan jadi orang Bali. Tapi seri III ini dia sudah bisu karena lidahnya dipotong Belanda di seri II. Karakternya kuat, bagus, walaupun orangnya tidak keren karena dia memang menjual bakat bukan tampang. Bagian yang membuatku tertawa adalah sewaktu Nugie yang berperan jadi pemimpin misi berbicara.....kok seperti dialek orang Aceh ya...(sepertiku :p). Oh ya, aku lupa kalau ternyata antara dialek orang Bali dan Aceh hampir sama kawan.
Aksi heroik tentara Indonesia dan rakyat membuatku sedikit termenung. Wah, sungguh hebat bangsa Indonesia dahulu. Semuanya bersatu, bahkan dengan bambu runcing bersatu berani melawan Menir yang pake tank without top :p. Semua tidak ingin menyerah, pantang mundur hingga akhirnya misi kali ini dimenangkan tentara dan rakyat Indonesia dengan menangkap Menir Kreamer. Akhir yang baik, karena Menir Kreamer tidak dibunuh (tidak jadi balas dendam) karena sesuai dengan keinginan Kapten Lukman Sardi bahwa “tujuan menjadi tentara adalah merebut kemenangan, bukan menjadi pembunuh”. Ah.....lega juga karena akhirnya misi ini selesai dan semua selamat J.
Seandainya bangsa Indonesia saat ini juga memiliki semangat bambu runcing untuk menumpas korupsi, ketidakadilan, kemiskinan, kebodohan.....mungkin setiap pagi tidak ada berita sedih di TV. Seandainya semua bersatu melawan “penyakit-penyakit” tersebut, tentu saja acara TV akan diisi acara OVJ saja, bukan acara pembunuhan, tersangka korupsi, sogok menyogok, sampai operasi payudara pakai biaya Jamkesmas. Semoga saja banyak orang yang menonton film ini untuk membakar semangat persatuan bangsa. Kalau mau menang mesti bersatu....
Selesailah film, aku bangun dari tempat duduk sambil sedikit berbicara ke suamiku. Kulihat 2 orang keluar dengan segera. Kulirik suamiku. “Ntah apa, bunyi-bunyi pas orang nonton”, katanya dengan sebel. “Tuh orangnya, kupikir tadi ABG”, sahutku. “Homhom kali....”, kata suamiku. “Hahaha.....”, aku tertawa terbahak sambil menyaksikan 2 orang laki-laki yang terburu-buru keluar dari pintu studio cinema.
Tasik, 15 Juni 2011
15.00
Kamis, 09 Juni 2011
Jum'at ini
Hari ini aku senang sekali karena hari ini Jum'at. Tahukah engkau kawan kenapa Allah memuliakan hari Jum'at?
“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari surga. Dan hari Kiamat ini tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR.Muslim)
Hari Jum'at merupakan hari pengampunan dosa bagi dosa kita seminggu yang lalu asal kita berbuat kebaikan dan meminta pengampunan. Hari Jum'at doa kita di ijabah, amin....intinya hari keberkahan (karena besok dan besoknya libur, hehe). Pokoknya selama aku hidup, aku paling suka hari Jum'at. Aku sudah meniatkan, hari Jum'at ini aku mau berdoa yang banyakkkkk sekaliiii......karena aku punya catatan permintaan yang belum terkabulkan. Pagi ini sudah kumulai dengan membuat status "I Love Friday" wish a good day. Moodnya udah baik, niat yang baik, habis bantuin tugas kantor dengan baik, excellent for a moment lah pokoknya. Eh, tiba-tiba hp ku berbunyi, hadooohh....seketika mood baikku jadi hilang. Ngapain sih tuh orang, kok senangnya mengikuti kehidupan orang, ga ada kerjaan lain apa ya? Suka-suka aku lah, kenapa lo yang sibuk?, gemasku. Tapi Alhamdulilah, aku punya orang yang bisa menentramkan hatiku. Biarkan anjing menggonggong kita tetap jalan-jalan, hehehe.
Aku punya "seseorang" dalam hidupku, selama aku mengenal "seseorang" itu banyak sekali pelajaran berharga yang kudapat, diantaranya yaitu........pelajaran pertama : "Sabarlah, karena sesungguhnya sabar itu tidak ada batasnya....tapi jangan suka memanfaatkan kesabaran orang :)". Pelajaran kedua : "Tidak usah mencampuri urusan dalam negeri orang lain karena sesungguhnya tiap orang itu sudah ada jatah negeri sendiri untuk di urus :)".
Pelajaran ketiga : "Bersyukurlah dan tidak usah iri dengan kehidupan orang lain karena mungkin saja kehidupanmu yang justru membuat orang lain iri denganmu".
Alangkah senangnya kalau kita menikmati hidup dengan segudang masalah yang kita anggap hanya menjadi bunga penghiasnya dan cinta sebagai pelita hati....."Life is too short and Love is like a piece of cake."
Mari berdoa hari Jum'at ini dengan sebaik-baik doa, membaca surat Al-Kahfi, Yasin dan sebagainya. Semoga Allah memudahkan semua urusan kita semua, amin.
Tasik, 10 Juni 2011
“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari surga. Dan hari Kiamat ini tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR.Muslim)
Hari Jum'at merupakan hari pengampunan dosa bagi dosa kita seminggu yang lalu asal kita berbuat kebaikan dan meminta pengampunan. Hari Jum'at doa kita di ijabah, amin....intinya hari keberkahan (karena besok dan besoknya libur, hehe). Pokoknya selama aku hidup, aku paling suka hari Jum'at. Aku sudah meniatkan, hari Jum'at ini aku mau berdoa yang banyakkkkk sekaliiii......karena aku punya catatan permintaan yang belum terkabulkan. Pagi ini sudah kumulai dengan membuat status "I Love Friday" wish a good day. Moodnya udah baik, niat yang baik, habis bantuin tugas kantor dengan baik, excellent for a moment lah pokoknya. Eh, tiba-tiba hp ku berbunyi, hadooohh....seketika mood baikku jadi hilang. Ngapain sih tuh orang, kok senangnya mengikuti kehidupan orang, ga ada kerjaan lain apa ya? Suka-suka aku lah, kenapa lo yang sibuk?, gemasku. Tapi Alhamdulilah, aku punya orang yang bisa menentramkan hatiku. Biarkan anjing menggonggong kita tetap jalan-jalan, hehehe.
Aku punya "seseorang" dalam hidupku, selama aku mengenal "seseorang" itu banyak sekali pelajaran berharga yang kudapat, diantaranya yaitu........pelajaran pertama : "Sabarlah, karena sesungguhnya sabar itu tidak ada batasnya....tapi jangan suka memanfaatkan kesabaran orang :)". Pelajaran kedua : "Tidak usah mencampuri urusan dalam negeri orang lain karena sesungguhnya tiap orang itu sudah ada jatah negeri sendiri untuk di urus :)".
Pelajaran ketiga : "Bersyukurlah dan tidak usah iri dengan kehidupan orang lain karena mungkin saja kehidupanmu yang justru membuat orang lain iri denganmu".
Alangkah senangnya kalau kita menikmati hidup dengan segudang masalah yang kita anggap hanya menjadi bunga penghiasnya dan cinta sebagai pelita hati....."Life is too short and Love is like a piece of cake."
Mari berdoa hari Jum'at ini dengan sebaik-baik doa, membaca surat Al-Kahfi, Yasin dan sebagainya. Semoga Allah memudahkan semua urusan kita semua, amin.
Tasik, 10 Juni 2011
Rabu, 08 Juni 2011
Stay
You stop in for a pack of cigarettes
You don’t smoke, don’t even want to
I see you check your change
Dressed up like a car crash
The wheels are turning by you’re upside down
You say when he hits you, you don’t mind
Because when he hurts you, you feel alive
Is that what it is?
Red lights, grey morning
You stumble out of a hole in the ground
A vampire or a victim
It depend’s on who’s around
You used to stay in to watch the adverts
You could lip synch to the talk shows
And if you look, you look through me
And if you talk it’s not to me
And when I touch you, you don’t feel a thing
If I could stay... then the night would
give you up
Stay, and the day would keep it’s trust
Stay, and the night would be enough
Faraway, so close
Up with the static and the radio
With satelite television
You can go anywhere
Miami, new orleans, london, belfast and berlin
And if you listen I can’t call
And if you jump, you just might fall
And if you shout I’ll only hear you
If I could stay... then the night would
give you up
Stay then the day would keep it’s trust
Stay with the demons you drowned
Stay with the spirit I found
Stay and the night would be enough
Three o’clock in the morning
It’s quiet and there’s no one around
Just the bang and the clatter
As an angel runs to ground
Just the bang and the clatter
As an angel hits the ground
by: U2
Note : salah satu lagu yang aku suka dari U2, meaningfull....
You don’t smoke, don’t even want to
I see you check your change
Dressed up like a car crash
The wheels are turning by you’re upside down
You say when he hits you, you don’t mind
Because when he hurts you, you feel alive
Is that what it is?
Red lights, grey morning
You stumble out of a hole in the ground
A vampire or a victim
It depend’s on who’s around
You used to stay in to watch the adverts
You could lip synch to the talk shows
And if you look, you look through me
And if you talk it’s not to me
And when I touch you, you don’t feel a thing
If I could stay... then the night would
give you up
Stay, and the day would keep it’s trust
Stay, and the night would be enough
Faraway, so close
Up with the static and the radio
With satelite television
You can go anywhere
Miami, new orleans, london, belfast and berlin
And if you listen I can’t call
And if you jump, you just might fall
And if you shout I’ll only hear you
If I could stay... then the night would
give you up
Stay then the day would keep it’s trust
Stay with the demons you drowned
Stay with the spirit I found
Stay and the night would be enough
Three o’clock in the morning
It’s quiet and there’s no one around
Just the bang and the clatter
As an angel runs to ground
Just the bang and the clatter
As an angel hits the ground
by: U2
Note : salah satu lagu yang aku suka dari U2, meaningfull....
Selasa, 07 Juni 2011
Obrolan di suatu pagi
Pagi ini seperti biasa aku sarapan bersama suamiku, perutku sudah sangat lapar karena semalam tidak makan (hehehe, sok diet). Balik ke kamar, bersiap-siap menonton tv tapi akhirnya tidak jadi karena housekeeper keburu datang mau bersihin kamar. Ya sudahlah.....akhirnya aku reflexi aja dengan berjalan-jalan di batu-batu gundul dan agak runcing itu. “Bang, ada dengar suara meja dan kursi di geser-geser kan tiap malam?”, tanyaku pada suamiku yang lagi sibuk memasang kaus kakinya. Padahal sudah seminggu lebih mendengar bunyi-bunyi begini cuma ntah kenapa kok pagi ini pertanyaan itu baru muncul. “Hayoo, coba tanyain deh sama housekeepernya”, sahutnya. “Alah....tanyain lah”, sambutku dengan agak malas. “Tau ga, kata teman-temanku di sebelah juga gitu.....ada suara meja atau kursi yang digeser-geser tiap malam”. “iiiihhh, masak sihhh?, yang benar aja!”, sewotku. “Iya, bener”, kata suamiku.
Seketika jadi males aku mendengarnya, aduh....ga mutu amat sih cerita pagi ini. “Aku pergi ya...., daggg”, suamiku berangkat sambil senyum-senyum. “Alaaaahhhh.....aku ikutlah...”. Aaarrggghh....pagi-pagi udah ga nyaman gini, cukimay juga. Akhirnya setelah selesai bersih-bersih kamar kuberanikan nanyain sama housekeepernya. “Mbak, di atas ada yang nempatin ga?”, tanyaku. “Oh, kurang tahu saya bu, mungkin ada”, kata housekeeper yang perempuan. “Kenapa bu?”, tanya yang laki-laki. “Nggak, saya suka dengar ada suara yang geser-geser meja atau kursi gitu”, jawabku. “Jam berapa bu?”, tanya si mbak nya. “Yah....kira-kira jam 11-an malam lah, emang ada gitu ya yang bersih-bersih kalau malam?”, tanyaku. Seketika housekeepernya saling berpandangan sambil tersenyum. “Nggak ada apa-apa kok bu, aman”, jawab mereka hampir bersamaan. Tapi aku melihat senyum mereka berdua yang sedikit janggal, senyum karena pertanyaanku atau senyum ntah apa lah. Sial.....ngapain sih cerita-cerita gini pas mau berangkat kerja, emang dasar suamiku.
Masuk ke kamar, niatnya mau mandi jadi malas. Mau nonton eh kok ya malah ketiduran ya.....apa karena kepagian makannya? Kudengar sesekali bunyi kresek-kresek dari atas dan suara meja atau kursi yang di geser-gerser.” Woooooiiiiii, kok malah pagi-pagi udah kedengaran sih?”, batinku. “Halah...paling juga ada yang bersih-bersih di atas dan di sebelah, ya ga?”, batinku lagi. Kuping dan mataku semakin waspada, kok jadi parno gini ya....biasa aja kaleee...kan kemarin-kemarin juga sendirian kalau ditinggal kerja. Ya sudahlah, kuniatkan mau jalan-jalan saja ke mall tapi aku kan belum mandi, masak ga mandi udah jalan-jalan keliling sih? Kutelpon suamiku, hp nya malah tidak aktif, kulihat charger nya nggak dibawa, OMG.
Sampai saat ini aku masih belum mandi, sehabis menelpon temenku Retna....kok jadi tambah malas ya? Tapi aku lapaaaaarrr.....aaarrrgghhh besok aku mau ikutan suamiku aja, atau mandinya pas pagi-pagi masih ada orang, hahahahaha. Cukiiiiiiiiiiiiiiiiii.....................
Tasikmalaya, 7 Juni 2011
Senin, 06 Juni 2011
Obrolan di suatu pagi
Pagi ini seperti biasa aku sarapan bersama suamiku, perutku sudah sangat lapar karena semalam tidak makan (hehehe, sok diet). Balik ke kamar, bersiap-siap menonton tv tapi akhirnya tidak jadi karena housekeeper keburu datang mau bersihin kamar. Ya sudahlah.....akhirnya aku reflexi aja dengan berjalan-jalan di batu-batu gundul dan agak runcing itu. “Bang, ada dengar suara meja dan kursi di geser-geser kan tiap malam?”, tanyaku pada suamiku yang lagi sibuk memasang kaus kakinya. Padahal sudah seminggu lebih mendengar bunyi-bunyi begini cuma ntah kenapa kok pagi ini pertanyaan itu baru muncul. “Hayoo, coba tanyain deh sama housekeepernya”, sahutnya. “Alah....tanyain lah”, sambutku dengan agak malas. “Tau ga, kata teman-temanku di sebelah juga gitu.....ada suara meja atau kursi yang digeser-geser tiap malam”. “iiiihhh, masak sihhh?, yang benar aja!”, sewotku. “Iya, bener”, kata suamiku.
Seketika jadi males aku mendengarnya, aduh....ga mutu amat sih cerita pagi ini. “Aku pergi ya...., daggg”, suamiku berangkat sambil senyum-senyum. “Alaaaahhhh.....aku ikutlah...”. Aaarrggghh....pagi-pagi udah ga nyaman gini, cukimay juga. Akhirnya setelah selesai bersih-bersih kamar kuberanikan nanyain sama housekeepernya. “Mbak, di atas ada yang nempatin ga?”, tanyaku. “Oh, kurang tahu saya bu, mungkin ada”, kata housekeeper yang perempuan. “Kenapa bu?”, tanya yang laki-laki. “Nggak, saya suka dengar ada suara yang geser-geser meja atau kursi gitu”, jawabku. “Jam berapa bu?”, tanya si mbak nya. “Yah....kira-kira jam 11-an malam lah, emang ada gitu ya yang bersih-bersih kalau malam?”, tanyaku. Seketika housekeepernya saling berpandangan sambil tersenyum. “Nggak ada apa-apa kok bu, aman”, jawab mereka hampir bersamaan. Tapi aku melihat senyum mereka berdua yang sedikit janggal, senyum karena pertanyaanku atau senyum ntah apa lah. Sial.....ngapain sih cerita-cerita gini pas mau berangkat kerja, emang dasar suamiku.
Masuk ke kamar, niatnya mau mandi jadi malas. Mau nonton eh kok ya malah ketiduran ya.....apa karena kepagian makannya? Kudengar sesekali bunyi kresek-kresek dari atas dan suara meja atau kursi yang di geser-gerser.” Woooooiiiiii, kok malah pagi-pagi udah kedengaran sih?”, batinku. “Halah...paling juga ada yang bersih-bersih di atas dan di sebelah, ya ga?”, batinku lagi. Kuping dan mataku semakin waspada, kok jadi parno gini ya....biasa aja kaleee...kan kemarin-kemarin juga sendirian kalau ditinggal kerja. Ya sudahlah, kuniatkan mau jalan-jalan saja ke mall tapi aku kan belum mandi, masak ga mandi udah jalan-jalan keliling sih? Kutelpon suamiku, hp nya malah tidak aktif, kulihat charger nya nggak dibawa, OMG.
Sampai saat ini aku masih belum mandi, sehabis menelpon temenku Retna....kok jadi tambah malas ya? Tapi aku lapaaaaarrr.....aaarrrgghhh besok aku mau ikutan suamiku aja, atau mandinya pas pagi-pagi masih ada orang, hahahahaha. Cukiiiiiiiiiiiiiiiiii.....................
Tasikmalaya, 7 Juni 2011
Selasa, 31 Mei 2011
Tasik Part II
Hari ini aku ke Tasikmalaya lagi, ada undangan dari mantan pacar :). Tadi bangunnya kepagian, sekitar jam 4.30 WIB, makanya kepalaku agak pusing sesampainya di Tasik. Sudah kuperkirakan waktu tempuh sekitar 3 jam, jadi bernagkat jam 7 pagi, nyampe jam 10. Ternyata tak diduga waktu tempuhnya menjadi lebih lama, karena ada kesalahan teknis di jalan Nagrek. Alhasil jadinya jam 12 kurang nyampenya. Perjalanan akhirnya memutar arah melewati Garut, jalannya sungguh mantap....meliuk-liuk sperti ular. Akhirnya kepalaku jadi pusing sesampainya di hotel. Alhamdulilah akhirnya selamat sampai tujuan ^0^.
Langganan:
Postingan (Atom)