Cerita perempuan

Rabu, 15 Juni 2011

Nonton Bioskop


Semalam diajakin nonton sama mantan, siapa takut???. Tapi film yang akan ditonton bukan film cinta ABG atau film hantu seperti kemarin, tapi film tentang perjuangan Indonesia. Yaaa....film “Merah Putih III”, film yang sudah kami tonton seri I dan II dan pasti seri III ini wajib ditonton. Kali ini kami memilih menonton setengah midnight, jadilah pukul 20.45 WIB. “Malam bu, mau nonton apa?”, tanya penjual tiketnya. “Merah Putih mbak, eh....bener ya bang judulnya?”, sahutku sambil sedikit bertanya dengan suamiku. “Iya, sama aja kok judulnya (tertulis Hati Merdeka)”, jawab suamiku. Terlihat cuma ada 5 tempat yang sudah terisi, 2 di pojok tengah paling atas dan 3 sederet di sebelah kiri paling atas. Kami memilih di baris kedua paling tengah, biar pas nontonnya. “Yuk....”, kataku sambil menarik tangan suamiku. Sesampai di dalam film baru mau dimulai, siaplah kita menonton. 

Der...dor...tret...tet...tet....awal-awalnya saja sudah heboh tembakan, namanya juga film perang buk makanya yang nonton mesti semangat juga. No comment, no expression ketika kulirik suamiku. Ternyata dia sangat serius. Memang film yang bagus ditengah miskinnya rasa kebangsaan di negeri ini. Bahkan ketika aku menghadiri suatu acara resmi, ketika pembawa acaranya meminta hadirin untuk berdiri karena akan dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, eh yang berdiri Cuma aku saja. Apa karena aku duduk di luar dari ruang utama? Oh my God....semenit doank kok disuruh menghormati ya susah, padahal yang hadir juga bukan anak-anak tapi kok ya ga malu ya? Bukannya sok nasionalis, tapi ini sebuah bentuk penghargaan kan?. Sampai-sampai salah seorang kenalan mengatakan salut padaku karena aku berdiri waktu lagu Indonesia Raya dikumandangkan, nah loh...bukannya memang harus kita berdiri? Entahlah.....
Tak berapa lama film diputar, terdengarlah bunyi nyit...nyit....nyit....di pojok tengah atas tempat 2 orang duduk bersebelahan. Alahai, lagi serius begini malah dengar bunyi nyat...nyit....nyat....nyit. kulihat suamiku juga sebel, malas pun aku melirik kesana, ga penting banget. Suasana kembali normal, tidak sampai 20 menit suah bunyi nyat....nyet...nyot lagi. Halah.....biarin sajalah, anggap saja tidak mendengar. 

Filmnya seru, agak lucu, itu menurutku. Pada seri II dahulu aku juga sempat tertawa karena anak mudanya diberondong senjata ga mati-mati. Wah kalau ini perang beneran pasti Indonesia tidak sampai 3,5 abad plus 3,5 tahun dijajah Belanda dan Jepang. Soalnya cepat sekali menangnya, sekali menjalankan misi pasti menang. Namanya juga film, so far so good. Nah, di seri III ini juga ada yang lucu, pas bagian Marius ditusuk pake bayonet pas ditengah dadanya.....dia masih hidup! Wah, mesti ada ilmu ini orang, hehehe. “Hebat ya bang...”, celetukku ke suami. “Hahaha, iya...”, jawabnya sambil tertawa. Marius dibawa ke gua, dan ga sampai 20 menit udah sembuh, bahkan ikut dalam menjalankan misi memburu Mr. Kreamer (kayaknya begitu namanya....:p). Marius bisa berkelahi man to man dengan kaki tangan Belanda yang orang Indonesia, kerenlah. Ada juga karakter Wayan yang kusuka, selain Lukman Sardi pastinya. Wayan diperankan oleh T.Rifky, orang Aceh yang berperan jadi orang Bali. Tapi seri III ini dia sudah bisu karena lidahnya dipotong Belanda di seri II. Karakternya kuat, bagus, walaupun orangnya tidak keren karena dia memang menjual bakat bukan tampang. Bagian yang membuatku tertawa adalah sewaktu Nugie yang berperan jadi pemimpin misi berbicara.....kok seperti dialek orang Aceh ya...(sepertiku :p). Oh ya, aku lupa kalau ternyata antara dialek orang Bali dan Aceh hampir sama kawan. 

Aksi heroik tentara Indonesia dan rakyat membuatku sedikit termenung. Wah, sungguh hebat bangsa Indonesia dahulu. Semuanya bersatu, bahkan dengan bambu runcing bersatu berani melawan Menir yang pake tank without top :p. Semua tidak ingin menyerah, pantang mundur hingga akhirnya misi kali ini dimenangkan tentara dan rakyat Indonesia dengan menangkap Menir Kreamer. Akhir yang baik, karena Menir Kreamer tidak dibunuh (tidak jadi balas dendam) karena sesuai dengan keinginan Kapten Lukman Sardi bahwa “tujuan menjadi tentara adalah merebut kemenangan, bukan menjadi pembunuh”. Ah.....lega juga karena akhirnya misi ini selesai dan semua selamat J

Seandainya bangsa Indonesia saat ini juga memiliki semangat bambu runcing untuk menumpas korupsi, ketidakadilan, kemiskinan, kebodohan.....mungkin setiap pagi tidak ada berita sedih di TV. Seandainya semua bersatu melawan “penyakit-penyakit” tersebut, tentu saja acara TV akan diisi acara OVJ saja, bukan acara pembunuhan, tersangka korupsi, sogok menyogok, sampai operasi payudara pakai biaya Jamkesmas. Semoga saja banyak orang yang menonton film ini untuk membakar semangat persatuan bangsa. Kalau mau menang mesti bersatu....

Selesailah film, aku bangun dari tempat duduk sambil sedikit berbicara ke suamiku. Kulihat 2 orang keluar dengan segera. Kulirik suamiku. “Ntah apa, bunyi-bunyi pas orang nonton”, katanya dengan sebel. “Tuh orangnya, kupikir tadi ABG”, sahutku. “Homhom kali....”, kata suamiku. “Hahaha.....”, aku tertawa terbahak sambil menyaksikan 2 orang laki-laki yang terburu-buru keluar dari pintu studio cinema. 

Tasik, 15 Juni 2011
15.00

Kamis, 09 Juni 2011

Jum'at ini

Hari ini aku senang sekali karena hari ini Jum'at. Tahukah engkau kawan kenapa Allah memuliakan hari Jum'at?

Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari surga. Dan hari Kiamat ini tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR.Muslim)

Hari Jum'at merupakan hari pengampunan dosa bagi dosa kita seminggu yang lalu asal kita berbuat kebaikan dan meminta pengampunan. Hari Jum'at doa kita di ijabah, amin....intinya hari keberkahan (karena besok dan besoknya libur, hehe). Pokoknya selama aku hidup, aku paling suka hari Jum'at. Aku sudah meniatkan, hari Jum'at ini aku mau berdoa yang banyakkkkk sekaliiii......karena aku punya catatan permintaan yang belum terkabulkan. Pagi ini sudah kumulai dengan membuat status "I Love Friday" wish a good day. Moodnya udah baik, niat yang baik, habis bantuin tugas kantor dengan baik, excellent for a moment lah pokoknya. Eh, tiba-tiba hp ku berbunyi, hadooohh....seketika mood baikku jadi hilang. Ngapain sih tuh orang, kok senangnya mengikuti kehidupan orang, ga ada kerjaan lain apa ya? Suka-suka aku lah, kenapa lo yang sibuk?, gemasku. Tapi Alhamdulilah, aku punya orang yang bisa menentramkan hatiku. Biarkan anjing menggonggong kita tetap jalan-jalan, hehehe.

Aku punya "seseorang" dalam hidupku, selama aku mengenal "seseorang" itu banyak sekali pelajaran berharga yang kudapat, diantaranya yaitu........pelajaran pertama : "Sabarlah, karena sesungguhnya sabar itu tidak ada batasnya....tapi jangan suka memanfaatkan kesabaran orang :)". Pelajaran kedua : "Tidak usah mencampuri urusan dalam negeri orang lain karena sesungguhnya tiap orang itu sudah ada jatah negeri sendiri untuk di urus :)".
Pelajaran ketiga : "Bersyukurlah dan tidak usah iri dengan kehidupan orang lain karena mungkin saja kehidupanmu yang justru membuat orang lain iri denganmu".
Alangkah senangnya kalau kita menikmati hidup dengan segudang masalah yang kita anggap hanya menjadi bunga penghiasnya dan cinta sebagai pelita hati....."Life is too short and Love is like a piece of cake."
Mari berdoa hari Jum'at ini dengan sebaik-baik doa, membaca surat Al-Kahfi, Yasin dan sebagainya. Semoga Allah memudahkan semua urusan kita semua, amin.

Tasik, 10 Juni 2011

Rabu, 08 Juni 2011

Stay

You stop in for a pack of cigarettes
You don’t smoke, don’t even want to
I see you check your change
Dressed up like a car crash
The wheels are turning by you’re upside down
You say when he hits you, you don’t mind
Because when he hurts you, you feel alive
Is that what it is?

Red lights, grey morning
You stumble out of a hole in the ground
A vampire or a victim
It depend’s on who’s around
You used to stay in to watch the adverts
You could lip synch to the talk shows

And if you look, you look through me
And if you talk it’s not to me
And when I touch you, you don’t feel a thing

If I could stay... then the night would
give you up
Stay, and the day would keep it’s trust
Stay, and the night would be enough

Faraway, so close
Up with the static and the radio
With satelite television
You can go anywhere
Miami, new orleans, london, belfast and berlin

And if you listen I can’t call
And if you jump, you just might fall
And if you shout I’ll only hear you

If I could stay... then the night would
give you up
Stay then the day would keep it’s trust
Stay with the demons you drowned
Stay with the spirit I found
Stay and the night would be enough

Three o’clock in the morning
It’s quiet and there’s no one around
Just the bang and the clatter
As an angel runs to ground
Just the bang and the clatter
As an angel hits the ground


by: U2

Note : salah satu lagu yang aku suka dari U2, meaningfull....

Selasa, 07 Juni 2011

Obrolan di suatu pagi


Pagi ini seperti biasa aku sarapan bersama suamiku, perutku sudah sangat lapar karena semalam tidak makan (hehehe, sok diet). Balik ke kamar, bersiap-siap menonton tv tapi akhirnya tidak jadi karena housekeeper keburu datang mau bersihin kamar. Ya sudahlah.....akhirnya aku reflexi aja dengan berjalan-jalan di batu-batu gundul dan agak runcing itu. “Bang, ada dengar suara meja dan kursi di geser-geser kan tiap malam?”, tanyaku pada suamiku yang lagi sibuk memasang kaus kakinya. Padahal sudah seminggu lebih mendengar bunyi-bunyi begini cuma ntah kenapa kok pagi ini pertanyaan itu baru muncul. “Hayoo, coba tanyain deh sama housekeepernya”, sahutnya. “Alah....tanyain lah”, sambutku dengan agak malas. “Tau ga, kata teman-temanku di sebelah juga gitu.....ada suara meja atau kursi yang digeser-geser tiap malam”. “iiiihhh, masak sihhh?, yang benar aja!”, sewotku. “Iya, bener”, kata suamiku.

Seketika jadi males aku mendengarnya, aduh....ga mutu amat sih cerita pagi ini. “Aku pergi ya...., daggg”, suamiku berangkat sambil senyum-senyum. “Alaaaahhhh.....aku ikutlah...”. Aaarrggghh....pagi-pagi udah ga nyaman gini, cukimay juga. Akhirnya setelah selesai bersih-bersih kamar kuberanikan nanyain sama housekeepernya. “Mbak, di atas ada yang nempatin ga?”, tanyaku. “Oh, kurang tahu saya bu, mungkin ada”, kata housekeeper yang perempuan. “Kenapa bu?”, tanya yang laki-laki. “Nggak, saya suka dengar ada suara yang geser-geser meja atau kursi gitu”, jawabku. “Jam berapa bu?”, tanya si mbak nya. “Yah....kira-kira jam 11-an malam lah, emang ada gitu ya yang bersih-bersih kalau malam?”, tanyaku. Seketika housekeepernya saling berpandangan sambil tersenyum. “Nggak ada apa-apa kok bu, aman”, jawab mereka hampir bersamaan. Tapi aku melihat senyum mereka berdua yang sedikit janggal, senyum karena pertanyaanku atau senyum ntah apa lah. Sial.....ngapain sih cerita-cerita gini pas mau berangkat kerja, emang dasar suamiku.

Masuk ke kamar, niatnya mau mandi jadi malas. Mau nonton eh kok ya malah ketiduran ya.....apa karena kepagian makannya? Kudengar sesekali bunyi kresek-kresek dari atas dan suara meja atau kursi yang di geser-gerser.” Woooooiiiiii, kok malah pagi-pagi udah kedengaran sih?”, batinku. “Halah...paling juga ada yang bersih-bersih di atas dan di sebelah, ya ga?”, batinku lagi. Kuping dan mataku semakin waspada, kok jadi parno gini ya....biasa aja kaleee...kan kemarin-kemarin juga sendirian kalau ditinggal kerja. Ya sudahlah, kuniatkan mau jalan-jalan saja ke mall tapi aku kan belum mandi, masak ga mandi udah jalan-jalan keliling sih? Kutelpon suamiku, hp nya malah tidak aktif, kulihat charger nya nggak dibawa, OMG.
Sampai saat ini aku masih belum mandi, sehabis menelpon temenku Retna....kok jadi tambah malas ya? Tapi aku lapaaaaarrr.....aaarrrgghhh besok aku mau ikutan suamiku aja, atau mandinya pas pagi-pagi masih ada orang, hahahahaha. Cukiiiiiiiiiiiiiiiiii.....................

Tasikmalaya, 7 Juni 2011

Senin, 06 Juni 2011

Obrolan di suatu pagi


Pagi ini seperti biasa aku sarapan bersama suamiku, perutku sudah sangat lapar karena semalam tidak makan (hehehe, sok diet). Balik ke kamar, bersiap-siap menonton tv tapi akhirnya tidak jadi karena housekeeper keburu datang mau bersihin kamar. Ya sudahlah.....akhirnya aku reflexi aja dengan berjalan-jalan di batu-batu gundul dan agak runcing itu. “Bang, ada dengar suara meja dan kursi di geser-geser kan tiap malam?”, tanyaku pada suamiku yang lagi sibuk memasang kaus kakinya. Padahal sudah seminggu lebih mendengar bunyi-bunyi begini cuma ntah kenapa kok pagi ini pertanyaan itu baru muncul. “Hayoo, coba tanyain deh sama housekeepernya”, sahutnya. “Alah....tanyain lah”, sambutku dengan agak malas. “Tau ga, kata teman-temanku di sebelah juga gitu.....ada suara meja atau kursi yang digeser-geser tiap malam”. “iiiihhh, masak sihhh?, yang benar aja!”, sewotku. “Iya, bener”, kata suamiku.

Seketika jadi males aku mendengarnya, aduh....ga mutu amat sih cerita pagi ini. “Aku pergi ya...., daggg”, suamiku berangkat sambil senyum-senyum. “Alaaaahhhh.....aku ikutlah...”. Aaarrggghh....pagi-pagi udah ga nyaman gini, cukimay juga. Akhirnya setelah selesai bersih-bersih kamar kuberanikan nanyain sama housekeepernya. “Mbak, di atas ada yang nempatin ga?”, tanyaku. “Oh, kurang tahu saya bu, mungkin ada”, kata housekeeper yang perempuan. “Kenapa bu?”, tanya yang laki-laki. “Nggak, saya suka dengar ada suara yang geser-geser meja atau kursi gitu”, jawabku. “Jam berapa bu?”, tanya si mbak nya. “Yah....kira-kira jam 11-an malam lah, emang ada gitu ya yang bersih-bersih kalau malam?”, tanyaku. Seketika housekeepernya saling berpandangan sambil tersenyum. “Nggak ada apa-apa kok bu, aman”, jawab mereka hampir bersamaan. Tapi aku melihat senyum mereka berdua yang sedikit janggal, senyum karena pertanyaanku atau senyum ntah apa lah. Sial.....ngapain sih cerita-cerita gini pas mau berangkat kerja, emang dasar suamiku.

Masuk ke kamar, niatnya mau mandi jadi malas. Mau nonton eh kok ya malah ketiduran ya.....apa karena kepagian makannya? Kudengar sesekali bunyi kresek-kresek dari atas dan suara meja atau kursi yang di geser-gerser.” Woooooiiiiii, kok malah pagi-pagi udah kedengaran sih?”, batinku. “Halah...paling juga ada yang bersih-bersih di atas dan di sebelah, ya ga?”, batinku lagi. Kuping dan mataku semakin waspada, kok jadi parno gini ya....biasa aja kaleee...kan kemarin-kemarin juga sendirian kalau ditinggal kerja. Ya sudahlah, kuniatkan mau jalan-jalan saja ke mall tapi aku kan belum mandi, masak ga mandi udah jalan-jalan keliling sih? Kutelpon suamiku, hp nya malah tidak aktif, kulihat charger nya nggak dibawa, OMG.
Sampai saat ini aku masih belum mandi, sehabis menelpon temenku Retna....kok jadi tambah malas ya? Tapi aku lapaaaaarrr.....aaarrrgghhh besok aku mau ikutan suamiku aja, atau mandinya pas pagi-pagi masih ada orang, hahahahaha. Cukiiiiiiiiiiiiiiiiii.....................

Tasikmalaya, 7 Juni 2011

Selasa, 31 Mei 2011

Tasik Part II

Hari ini aku ke Tasikmalaya lagi, ada undangan dari mantan pacar :). Tadi bangunnya kepagian, sekitar jam 4.30 WIB, makanya kepalaku agak pusing sesampainya di Tasik. Sudah kuperkirakan waktu tempuh sekitar 3 jam, jadi bernagkat jam 7 pagi, nyampe jam 10. Ternyata tak diduga waktu tempuhnya menjadi lebih lama, karena ada kesalahan teknis di jalan Nagrek. Alhasil jadinya jam 12 kurang nyampenya. Perjalanan akhirnya memutar arah melewati Garut, jalannya sungguh mantap....meliuk-liuk sperti ular. Akhirnya kepalaku jadi pusing sesampainya di hotel. Alhamdulilah akhirnya selamat sampai tujuan ^0^.

Senin, 23 Mei 2011

Cerita dalam sarapan


Kalau kata sarapan di potong-potong maka menjadi sarap-an (hehehe), intermezzo sebelum cerita. Hari ini sarapan keduaku di kota Tasikmalaya, kemarin sarapan sendirian, hari ini diminta nemenin suamiku sarapan berdua. Menyusuri jalan ke tempat sarapan pagi kami berbincang-bincang yang ga terlalu penting. Dari kejauhan kami melihat segerombolan ibu-ibu yang memakai seragam hijau. “PNS kayaknya ya?”, kata suamiku. “Iya kayaknya”, sahutku. Setelah masuk ruang makan akhirnya kami tau kalau mereka bukan PNS tapi ibu-ibu DW dan dipojokan juga ada para bapak yang sedang sarapan lengkap dengan seragam hijau muda dan pangkat yang berderet-deret. Like this....

Menu sarapan yang tersedia yaitu ada nasi putih, nasi goreng, lauknya ada tahu nasi putih, sosis goreng, ayam kecap. Di sisi lain tersedia omelet telur, bubur ayam, sup wortel kol dan campurannya, roti bakar dengan berbagai selai, kue-kue basah, potongan buah segar, susu, kopi, teh, jus jeruk. Hadooohh....lengkap amat sih, kayak makan di kondangan aja. Aku hanya mengambil nasgor 2 sendok dan sawi tahu saja, bagiku sudah cukup kenyang melihat semua makanan disitu. Suamiku juga mengambil nasgor plus sosis dan sup. Jadilah kita sarapan duduk berdua di sebelah ibu-ibu DW tadi. 

“tuh neng liat, si ibu itu ngambilin minum buat ibu bosnya”, kata suamiku. “Mana.....oooo iya iya”, sambutku sambil tingak tinguk ke sebelah. “ih, aku sih ogah banget ngambilin makan or minum orang khusus kayak gitu, walau pangkatnya lebih tinggi dari aku”, nyerocosku. “Iya sih, aku juga males....kecuali emang ngambilnya sekalian untuk sendiri atau emang banyakan”, kata suamiku. “Heran deh liat orang Indonesia, senangnya kok ya melayani orang atas aja ya bang?”. “udah kebiasaan sih”, sahut suamiku. Tapi yah mungkin saja semuanya udah minum/sarapan tadi, kecuali ibu bos. Makanya ada yang berbaik hati untuk mengambilkan minum untuknya.....who knows, ya ga?

“Tuh....liat dua orang yang lagi jalan itu diluar?”, kata suamiku. “mana...ooo itu, kenapa?”, kataku. “Yang depan bosnya, yang belakang kayaknya sopirnya. Kemarin aku lihat datangnya juga bareng tapi makannya pisah meja”, kata suamiku. “Please deh, biar sopir juga kan makannya pake mulut yang di depan, bukan dari bawah”, judesku. “Biasa aja kalee, sama-sama manusia juga, ya kan?”. “Gitu deh...”, kata suamiku. Kulihat si bapak lagi ngambil makanan, sopirnya juga lagi memilih menu. Si sopir menuju ke meja sebelahku yang menghadap ke arah TV juga, aku pura-pura tidak melihat mereka. Dan ternyata.....si bapak bos juga mengambil tempat di meja yang ada sopirnya. Hahahaha, apa dia tahu tadi kami gosipin ya?. “Bang, tuh duduk berdua”, kataku. “Oya....tau apa ya?”, tanya suamiku. “Ya nggak lah, ribut gini....itu namanya Low of Attraction, kekuatan alam bawah sadar....kayaknya ada aura jelek perasaan si bapak dalam hati  hehehehe”, kataku.”Ntah iya....”, kata suamiku sambil senyum simpul jari tengah :p. Ya....mungkin saja kemarin itu si sopir ingin duduk sendiri agar tidak terlalu sungkan untuk makan, mengeksplore makanan lainnya mungkin J, supaya bisa dapat PW (Posisi Wenakkk....). Karena kemarin banyak meja yang kosong, atau ingin agar bisa sambil mejeng :p, ntahlah. Akhirnya aku salut juga sama si bos, kan jarang banget yang mau makan bareng semeja ama sopirnya. Pelajaran dari suamiku : bahwa kesan pertama yang negatif ga selalu benar, apa yang orang lihat belum tentu merepresentasikan keadaan yang sesungguhnya. Aku juga jadi ingat cerita tentang Luqman Hakim (orang saleh yang namanya ada di surah Al-Qur’an), anaknya dan keledai kurus. Pada perjalanan mereka ke suatu tempat, awalnya anaknya yang naik keledai, Luqman menuntun keledai, anaknya malah dikatain anak kurang ajar oleh penduduk Desa A karena tega membiarkan ayahnya jalan. Waktu Luqman yang naik keledai, anaknya nuntun keledai malah dikatain bapak kurang ajar karena membiarkan anaknya jalan oleh penduduk Desa B. Akhirnya mereka naikin tuh keledai berdua, eh malah dikatain anak dan bapak ga ada otak karena naikin keledai kurus berdua oleh penduduk Desa C. Yaudah, akhirnya mereka ga naikin tuh keledai jadi dituntun saja.....eh malah dikatain bodoh ama penduduk Desa D, katanya punya keledai kok malah ga dinaikin. Trus keledainya dinaikin ke pundak aja gituuu??? Hehehe. Begitulah manusia.....pintar menilai, terutama yang jelek-jelek :p.

Kulanjutkan makan sambil melihat Trans7, kali ini berita tentang PRT yang dikurung dan disiksa majikannya. “Kemarin malahan ada yang kakinya dirante kayak ase”, kataku. Suamiku tetap makan sambil menyimak, ntah dia denger apa nggak....soalnya suka budeg kalo aku yang ngomong :p. Eh....ada suara ketawa ala ibu-ibu disebelahku, lumayan bervariasi lah nadanya....ada yg melengking tapi tetap anggun, ada yang standar lah suaranya. Tiba-tiba ada yang nyeletuk “Aduh......kenapa sih yang kayak gini ditayangin”, kata si ibu 1. Disambut dengan iya dan iya oleh ibu 2, 3....dst. dari gelagatnya sih ibu-ibu itu males ngeliat berita penderitaan gitu. Please deh bu, jaman reformasi begini berita begini kan memang biasa. Beda dengan jaman orde baru yang kelihatan nyaman, aman, damai, tapi derita batinnya luar biasa. Lagian berita begini juga memberi pembelajaran ke orang lain bahwa segala bentuk penyiksaan dan intimidasi kepada PRT merupakan bentuk pelanggaran HAM loh. Juga memberikan efek jera dan pembelajaran bagi pelaku dan kita semua, gitu loh bu.
Sambil aku sibuk mengoceh dalam hati, suamiku sudah pada tahap menu keduanya (susu+roti)....OMG gendutttt. Aku cukup kenyang dengan nasgor 2 sendokku (sok imut). “ga nambah, ngambil yang lain tuh”,kata suamiku. “Nggak, udah kenyang”, jawabku. “Alah, biasa banyak, jangan ntar balik lagi jadi bikin malu hahahaha”, suamiku mulai mencela. “Iiiissshhh, enak aja”, kataku.

Tidak berapa lama rombongan ibu-ibu dan bapak-bapak tadi selesai sarapan dan menuju keluar ruangan.
Sarapan kami pagi ini ditutup dengan berita pencuri kolor putih di TV. Yeahhh.....great moment breakfast together this morning. Hello World.....1,2,3. Love U

Tasikmalaya, 24 Mei 2011

Hello World

Nyobain nge-blog disini walau sebenarnya udah lamaaa sekali pengen bisa eksis....namun apa daya karena super sibuk ^0^